Minggu, 27 Maret 2016

Angin

Janganlah menyesali nasib, 
karena angin yang tak mau berhenti berembus, 
Yang mengaduk-aduk pasir padang yg terbentang
Yang mencadari kampung-kampung di Rub' al-Khali
Yang menimbun pohon-pohon
di kebun-kebun dan gunung-gunung
Yang mengubur jalan-jalan menuju "Kota" dan "Taman surgawi"
Yang menggetarkan puncak gedung megah bak Las Vegas
Yang menerjang-terjang segala penghalang
Ingatlah, Aku lah Angin.
Akulah Yang Mengatur nasib


Karya: Rozio Faqir
2:26,28/03/2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar